PERMAINAN UANG DALAM PESTA DEMOKRASI (PEMILU)
11:55:00 PM | Author: Unknown

Pemilihan umum adalah proses substansial dalam penyegaran suatu pemerintahan. Andrew Reynolds menyatakan bahwa Pemilihan Umum adalah metode yang di dalamnya suara-suara yang diperoleh dalam pemilihan diterjemahkan menjadi kursi-kursi yang dimenangkan dalam parlemen oleh partai-partai dan para kandidat. Pemilihan umum merupakan sarana penting untuk memilih wakil-wakil rakyat yang benar-benar akan bekerja mewakili mereka dalam proses pembuatan kebijakan negara. Di negara demokrasi pemilu adalah keniscayaan. Yang menjadi syarat minimum bagi suatu negara jika ingin dikatakan sebagai negara demokrasi. Dengan catatan, pemilu yang dilandasi prinsip “Luber” dan “Jurdil”. Berkompetisi politik secara sehat. Mengedepankan nilai-nilai kejujuran. Dan membuang jauh faham federalisme dan egoisme golongan yang hanya berbuntut pada aksi-aksi pengrusakan terhadap nilai-nilai demokrasi itu sendiri. Seraya mengutip pendapat Soekarno, “Dengan terbitnya matahari kebangsaan Indonesia yang bulat dan bersatu, hilanglah hak sejarah bagi ide provinsialisme, ide insularisme, dan ide federalisme. Maka barangsiapa sekarang ini membangkitkan kembali ide-ide tersebut, ia seperti orang yang menggali kubur dan mencoba menghidupkan kembali tulang orang-orang yang dikubur berpuluh-puluh tahun yang lampau”.
Jika saya menyaksikan sendiri dengan mata kepala saya, pemilu yang didambakan menjadi sebuah acuan atau wadah rakyat untuk menyampaikan aspirasinya belum terlaksana dengan sempurna, karna apa, masih banyaknya PESTA DEMOKRASI ini diwarnai dengan money politic, dan ditambah lagi masih banyak masyrakat yang belum mengerti apa itu PEMILU, karena mereka senang sekali jika pada saat acara pemilu, akan banyak uang yang mereka terima, jadi barang siapa yang memberikan uang lebih, maka itu yang akan dipilih, ini membuktikan bahwa tidak semua rakyat indonesia mengerti apa itu demokrasi, apa itu pemilu. Apalagi ditambah banyaknya orang-orang kaya yang ingin berkuasa, mereka merelakan mengeluarkan banyak uang hanya untuk mendapatkan jabatan di pemerintahan, dan rakyat2 yang bodoh dijadikan sebagai sasaran empuk otak licik mereka. Contoh lain adalah, saat pemilukada pemilihan gubernur di tangerang selatan, masa calon gubernur yang sudah ketahuan bahwa dirinya melakukan kecurangan dan mahkamah konstitusi sudah membenarkan bahwa dirinya bersalah, namun pada saat pemilu putaran kedua, dirinya masih tetap menang, ini membuktikan bahwa kualitas masyrakatnya masih dibawah rata-rata.
Kesimpulannya adalah, prinsip dan konsep PEMILU dalam negara DEMOKRASI yang terjadi di indonesia ini masih sangat jauh dari harapan orang-orang banyak, karna apa, Pemilihan umum merupakan sarana penting untuk memilih wakil-wakil rakyat yang benar-benar akan bekerja mewakili mereka dalam proses pembuatan kebijakan negara. Apa iya itu terjadi, saya rasa masih banyak di daerah daerah yang para wakil-wakil rakyat ini hanya mementingkan kepentingan pribadinya bukan untuk mewakili kepentingan rakyat yang telah memilih dirinya untuk menjadi wakil rakyat yang duduk di kursi pemrintahan
This entry was posted on 11:55:00 PM and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...