RESTU TAK BERARTI
8:03:00 PM | Author: Unknown


Lima tahun lamanya mengenal engkau, mungkin bukan waktu yang cukup singkat untuk sebagian orang lain. Tiga tahun menjalin asrama, lalui lika - liku layaknya seorang anak muda yang dilanda kasmaran pada umumnya di era Globalisasi ini. Gunjingan tak bertuan seolah angin ribut di musim kemarau yang lambat laun menghilang dengan sendirinya sesuai dengan musim yang terus berganti setiap tahun. Atas dasar cinta yang menyelimuti hati kita membuat teguh pendirian untuk tetap melangkah ke arah depan tanpa menghiraukan gunjingan orang-orang dari segala arah yang selalu saja menghadang, batu kerikil yang menerjang seolah bukan tandingan kita lagi, bahkan badai angin yang begitu hebat hampir saja kita bisa lalui bersama walaupun terkadang hati ini mulai goyah oleh tiupan angin yang begitu hebatnya. Bermulai dari sebuah kisah pilu dan memalukan terjadi pada saat masa keluarga kita, tepatnya kegagalan perjodohan antara salah satu keluarga kita yang terdahulu membuat luka yang mendalam bahkan sampai ke dalam ingatan yang tidak akan pernah terlupakan oleh keluarga besar kita, dan kita sebagai penerus keluarga besarnya mendapat imbas yang sangat-sangat begitu besar. Entah apa salah kita sehingga kita yang harus mengemban semuanya. Cinta kita yang tidak pernah direstui oleh keluarga mejadikan sebuah penghalang bagaikan tembok yang begitu besar tanpa celah, tanpa retakan, sehingga begitu sempurnya untuk kita lalui bersama. Telah berbagai cara untuk kita pecahkan sedikit demi sedikit tembok besar itu, namun tak setidikpun retakan yang kami lihat.  Hari demi hari kita lalui tanpa memikirkan sebuah masalah besar yang sebenarnya selalu ada dalam ingatan, selalu saja terlintas dalam benak pikiran setiap detik, setiap menit, bahkan kadang sampai terbawa kedalam mimpi malam yang selalui menghiasi. Hidup diantara dua pilihan adalaha sebuah tantangan yang sangat besar, memilih kekasih atau keluarga tercinta, mungkin ini adalah sebuah pilihan yang tidak semua orang akan bisa melaluinya. Dalam satu sisi andaikan memilih keluarga, kita takut menyakiti hati kita masing-masing, namun memilih kekasih adalah sebuah keputusan yang sama beratnya, karena keluarga adalah segala-galanya dalam kehidupan, begitu pula artinya dengan seorang kekasih yang telah menemani selama tiga tahun. Berat rasanya melupakan canda, tawa, sedih, pilu, senang, yang selalu menghiasi tak rela kami lupakan begitu saja.
This entry was posted on 8:03:00 PM and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...